Pendahuluan
Teori
graf merupakan pokok bahasan yang sudah tua usianya namun memiliki banyak
terapan sampai saat ini. Graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek
diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Representasi visual dari graf
adalah dengan menyatakan objek dinyatakan sebagai noktah, bulatan, atautitik,
sedangkan hubungan antara objek dinyatakan dengan garis.
Sebagai
contoh, Gambar 1 adalah sebuah peta jaringan jalan raya yang menghubungkan
sejumlah kota di Provinsi Jawa Tengah. Sesungguhnya peta tersebut adalah sebuah
graf, yang dalam hal ini kota dinyatakan sebagai bulatan sedangkan jalan
dinyatakan sebagai garis. Dengan diberikannya peta tersebut, kita dapat
mengetahui apakah ada lintasan jalan antara dua buah kota. Selain itu, bila
panjang jalan kereta api antara dua buah kota bertetangga diketahui, kita juga
dapat menentukan rute perjalanan yang tersingkat dari kota A ke kota B. Masih
banyak pertanyaan lain yang dapat kita munculkan berkenaan dengan graf.

Gambar
1: Peta Jaringan Jalan Raya
Aplikasi
dari teori graf ini sangat luas dan dipakai dalam berbagai disiplin ilmu maupun
dalam kehidupan sehari hari. Penggunaan graf di berbagai bidang tersebut
digunakan untuk memodelkan persoalan. Teori ini juga sangat berguna untuk
mengembangkan model-model yang terstruktur dalam berbagai situasi. Dalam
implementasinya teori ini banyak digunakan di dalam bidang kelistrikan, kimia
organik, ilmu komputer, dll. Bahkan dewasa ini teori graf digunakan secara
besar-besaran dalam bidang ekologi, geografi, antropologi, genetika, fisika,
elektronika, pemrosesan informasi, arsitektur, dan desain. Sealain itu juga,
teori ini banyak dimanfaatkan secara praktis dalam bidang industri.
Sejarah Graf
Teori
graf merupakan sebuah pokok bahasan yang muncul pertama kali pada tahun 1736,
yakni ketika Euler mencoba untuk mencari solusi dari permasalahan yang sangat
terkenal yaitu Jembatan Königsberg. Di kota Königsberg (sebelah timur Prussia, Jerman
sekarang), sekarang bernama kota Kaliningrad, terdapat sungai Pregal yang
mengalir mengitari pulau Kneiphof lalu bercabang menjadi dua buah anak sungai.

Gambar
2: Jembatan Königsberg
Masalah
jembatan Königsberg ini adalah, mungkinkah melalui ketujuh buah jembatan itu masing-masing
tepat satu kali, dan kembali lagi ke tempat semula? Kemudian tahun 1736 seorang
matematikawan Swiss, L.Euler, adalah orang pertama yang berhasil menemukan jawaban
masalah itu dengan memodelkan masalah ini ke dalam graf. Daratan (titiktitik yang
dihubungkan oleh jembatan) dinyatakan sebagai titik (noktah) yang disebut
simpul (vertex) dan jembatan dinyatakan sebgai garis-garis yang disebut sisi
(edge).
Euler
mengungkapkan bahwa tidak mungkin seseorang berjalan melewati tepat satu kali
masing-masing jembatan dan kembali lagi ke tempat semula karena pada graf model
jembatan Königsberg itu tidak semua simpul berderajat genap (derajat sebuah
simpul adalah jumlah sisi yang bersisian dengan simpul yang bersangkutan).
Graf
Dalam kehidupan Sehari – Hari
Sedemikian
banyaknya pengaplikasian graf dalam dunia ini, bila perlu dikatakan tidak akan
ada habis–habis nya jika kita membahas setiap aplikasi graf dalam dunia ini,
karena setiap bidang ilmu dapat dikaitkan dengan graf. Terlepas dari bidang
keilmuan yang ada, ada baiknya kita mengetahui tentang pengaplikasian graf
dalam kehidupan sehari – hari.
Banyak
orang yang tidak sadar akan adanya peran graf dalam kehidupan kita. Baik dalam
saat kita sekolah, bermain, atau bekerja, persoalan graf selalu menghampiri
kita. seperti yang sudah di sebutkan pada bab bab sebelumnya, contoh graf yang
dapat kita temui dalam kehidupan kita adalah sebagai berikut : Penjadwalan,
kita dapat membuat jadwal pelajaran, jadwal kegiatan, ataupun jadwal ujian
dengan graf, sedemikian rupa sehingga satu sama lain tidak saling tumpang
tindih.
Teorema
yang dipakai disini adalah pewarnaan graf. Pewarnaan graf ini sangat berguna bagi
seorang staff sekolah atau guru dalam membuat jadwal pelajaran 2 kelas
sekaligus atau lebih agar tidak saling bertabrakan satu sama lainnya.
Penggunaan
graf dalam tournament Round-Robin. Tentunya banyak dari kita telah
mempunyai pengalaman dalam mengikuti suatu tournament, atau setidaknya menonton
suatu tournament, seperti contohnya, pada tournament suatu liga. Bagan tournament
tersebut juga dapat direpresentasikan dengan graf. Turnamen
Round-Robin Turnamen
yang setiap tim bertanding dengan tim lainnya hanya sekali disebut turnamen round-robin. Turnamen semacam itu dimodelkan
dengan graf berarah, yang dalam hal ini simpul menyatakan tiap tim
yang bertanding, dan busur
menyatakan pertandingan. Busur (a, b) berarti tim a
berhasil memukul tim b. Gambar 3memperlihatkan turnamen round-robin
untuk 6 buah tim. Tim 1 tidak
terkalahkan, sedangkan tim 3 tidak pernah menang.

Gambar
3: Turnamen round-robin
Graf dalam mesin otomatis.
Persoalan
graf juga dapat kita temukan pada saat kita membeli minuman ataupun makanan
dari sebuah mesin otomatis. Penerapan graf dalam hal ini dapat kita lihat dalam
penggambaran bagan kerja mesin tersebut.

Gambar
4: Model Perilaku Mesin Otomatis
Marilah
kita simak masalah pemodelan perilaku sebuah mesin jaja (vending machine) yang
menjual coklat seharga 15 sen sebuah. Untuk memudahkan, kita akan memisalkan
bahwa mesin tersebut hanya menerima uang logam 5 sen dan 10 sen, dan mesin
tidak akan memberi kembalian bila yang dimasukkan lebih dari 15 sen. Graf
berbobot (setiap sisi diberi sebuah harga, akan diejlaskan kemudian) pada Gambar
4 menggambarkan perilaku mesin ini, dengan simpul menyatakan banyaknya uang
logam yang dimasukkan, yaitu 0, 5, 10, dan 15 sen atau lebih. Setiap saat
seorang pembeli dapat melakukan salah satu dari tiga hal berikut: memasukkan sebuah
uang logam 5 sen, memasukkan sebuah uang logam 10 sen, dan menekan tombol
coklat (P) pilihannya. Dengan demikian., di dalam graf pada Gambar 4 ada tiga
buah sisi dari setiap simpul yang berbobot 5, 10, dan P. Sisi dengan bobot 5
menghitung kembali jumlah uang yang ada di dalam mesin ketika pembeli
memasukkan sebuah uang logam 5 sen, dan sisi dengan bobot 10 menghitung kembali
jumlah uang yang ada di dalam mesin ketika seorang pembeli memasukkan uang
logam 10 sen. Kiranya jelas, ketika kita ada disimpul a, b, dan c, tidak akan
terjadi apa-apa meskipun tombol kita tekan; mesin akan mengeluarkan sepotong coklat hanya bila kita
sampai pada simpul d.
Kesimpulan
Seperti
yang sudah dibahas pada bab-bab diatas, graf sangat banyak applikasinya baik
pada berbagai bidang ilmu, maupun dalam kehidupan sehari – hari. Paper ini
hanyalah membahas sebagian kecil dari penerapan penerapan yang berhubungan
dengan graf. Masih banyak lagi contoh lainnya yang berkaitan dengan graf.
Referensi
·
GRAF DALAM BERBAGAI BIDANG ILMU. Hugo
Toni Seputro. Program Studi Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar